Senin, 23 Januari 2017

Salam untuk 'Matahari'

Matahari pagi memang datang dan pergi, tapi aku selalu tahu itu adalah matahari yang sama. Tak pernah berganti, selalu yang satu satunya. Matahari yang selalu bergerak mempesona dia dia dan dia dibelahan dunia lain. Hingga dia bosan dan yang ditinggalkan menjadi buram bersama malam. Seperti kau yang selalu sama, datang dan pergi. Tapi cinta itumasih saja tentang kau. Iya kau yang senang berpaling untuk mempesona dia dia dan dia. Lalu meninggalkanku dalam nestapa kesepian sedingin malam. Ntah kebodohan atau takdir, tapi lagi lagi saatkau kembali, aku menyambut bahagia sehangat pagi, terharu bertetes embun. Lagi lagi percaya dan berharap cahayamu memberi nyata pada mimpi kita. Meski lagi lagi kau tinggalkan aku bersama angin malam, kosong menusuk tulang. Kau. Iya kau.

Sumber cahaya sudut hati bernama kekasih. Kau matahari itu yang membuatku merasa punya semangat untuk hidup dan bekarya, yang memberiku alasan untuk tetap jatuh cinta, yang membuatku merasa berdaya, untuk menjadi lebih dewasa. Kau membuat rasa dihatiku berfotosintesis sehingga rasaku terus tumbuh dan berkembang, beranak pinak,semakin banyak. Kau membuatku bersyukur bahwa hidup ini tak selamanya segelap malam, masih ada cahaya, selalu ada cahaya, karena kau selalu datang.

Tapi kisahku tak selalu pagi, kisahku tak selamanya siang, akan berganti petang. Ya petang, waktu salam perpisahan pada matahari. Alarm pengingat bahwa matahariku mulai berpaling ke sisi dunia lain. Berbagi cinta, memberi pengharapan untuk merasa hangat pada yang lain. Saat kau menebar hangat pada yang lain, tahukah kau matahari, aku kedinginan bersama nestapa malam.

Mana mungkin kau tahu, kau sedang asyik bercengkrama, menyapa hangat dia dia dan dia disana. Sementara aku tenggelam dalam kelam gelap malam. Dan kau, sesekali mengintipku dalam pantulan cahaya bulan. Sekenanya. Ketika kau lelah dengan dia dia dan dia disana, kau kembali, kembali lagi padaku, memberikan senyuman yang sama hangatnya, tapi terik yang tak kalah panasnya, dan tak lupa petang untuk perpisahan lebih tragis. Apa yang salah. Aku? Kau? atau Semesta? Hentikan ! jangan naif terus terusan menyalahkan lain lain. Tidak ada yang bersalah, yang ada hanya kurang tepat. Mungkin waktu yang tidak tepat untuk kita, ya waktu memang biang keladinya, dia yang membuat kita harus berkeliling berpisah. Ada ada saja teka teki yang harus kita terka untuk meniti kisah yang mulai melelahkan ini. Sudah ku katakan jangan menyalahkan. Atau mungkin, memang aku yang tak serasi untuk matahari. Ya.. bisa jadi. Harusnya aku sadar lebih awal.

Apa yang sebenarnya aku butuhkan. Aku si tangguh yang punya sumber cahaya sendiri. Aku bisa bersinar tanpa sumber cahaya, aku hanya butuh sisetia yang sabar menghadapi sikapku yang berubah ubah, aku yang mudah bosan, aku yang selalu ingin dinomor satukan, dipeluk dengan perhatian, dicintai, bukan dikasihani untuk mengharap energi. Atau sebenarnya aku, yang bergerak mengitari watu. Tak setia menanti kamu. Matahari tak pernah beranjak. Matahari tak pernah bergerak. Hanya aku yang berlari takut hilang. Yang menanti takut malam. Yang naif sendiri, padahal mencintai bukan tentang merasa sakit sendiri. Tapi tentang bertahan menikmati siang malam. Hingga nanti kisahku dan matahari diperintah Tuhan untuk diakhiri. Maafkan.. aku hanya rindu matahari. Sampaikan salamku pada matahari, bahwaku takkan kembali.

Januari, 22; 00.28

Minggu, 08 Januari 2017

Untukmu, FIERSA BESARI

Aku ingin bercerita tentang kekagumanku pada seorang seniman asal Bandung yang menginspirasi jutaan manusia bahkan diseluruh Indonesia atas hasil karyanya. Berambut gondrong, badan kurus, seorang pribadi sederhana, apa adanya, rendah hati, kaya ilmu pengetahuan dan wawasan. Murah hati, murah senyuman, ramah tamah dan menurutku itu sempurna. “Bung” adalah panggilan akrab untuknya. Dia adalah –Fiersa Besari–

Dear Bung Fiersa…
Semua tentangmu aku menyukainya bahkan aku jatuh hati. Seperti apa katamu yang selalu mengucap “Mengagumkan”. Ya, kau memang selalu mengagumkan. Apalagi saat melihat kau tersenyum lebar dan gingsulmu terlihat, you look so handsome, Bung. Y
Aku tahu, banyak sekali mereka yang jatuh hati juga padamu, banyak sekali. But I don’t care, I fell in love all of you, Bung. Aku mungkin hanya pengagummu dengan urutan kesekian juta tapi aku bahagia. Mungkin saja ada seseorang yang tidak menyukaimu dan dia membenci semua karya-karyamu, tapi tenang saja aku dan beberapa bahkan semua yang jadi penggemarmu akan selalu berada digaris terdepan untuk ada dengamu dan memihak padamu. Dulu aku memang tahu nama Fiersa Besari tapi hanya sepintas. Sampai waktu itu aku merasakan hal yang sama sepertimu, merasakan sakitnya patah hati, aku terus mencari cara agar aku tidak terus larut dalam kesedihan akhirnya aku menemukan tulisanmu diinternet, tulisan yang sama percis dengan yang aku alami, dan mungkin saja masih ada oranglain yang jalan ceritanya sama sepertimu dan salah satunya aku, aku mencari tahu tentangmu, mencari akun jejaring sosialmu seperti twitter, instagram dan facebook. Aku mulai jatuh cinta saat aku mendengarkan lagu Bung Fiersa yang berjudul “Waktu yang salah ft. Thantri”, itu lagu pertama yang aku dengar dan aku putar berulang-ulang, sampai waktu itu aku terus mencari tahu sosok Bung Fiersa ternyata kau adalah seorang musisi, karena yang aku tahu Fiersa Besari adalah seorang penulis dengan kalimat puitisnya tapi ternyata Bung juga seorang musisi hebat, aku makin jatuh cinta padamu, Bung.

Belum lagi saat membaca beberapa tulisan yang kau ditulis diblogspot milikmu, cerita kita hampir sama, kau pernah merasakan sakit ketika orangtua bercerai dan sakit ketika diselingkuhi pasangan yang sudah lama menjalin hubungan, aku mengerti apa yang kau rasakan Bung, aku merasakan itu semua. Sakit namun tak berdarah. Tapi karena berkat Bung Fiersa aku tahu caranya tegar meski hati sudah tak lagi utuh seperti dulu. Kau inspirasiku, Bung. Kau pria luar biasa. Maaf aku terlalu berlebihan untuk menjadikanmu sebagai idolaku, bukankah jatuh cinta memang harus seperti ini? Jika aku salah, mungkin ini caraku mengekspresikan kekagumanku padamu, Bung.

Kau tahu, seorang Fiersa Besari itu semacam penyemangat untukku, kau selalu memberikan motivasi lewat semua tulisan dan lagu-lagumu. Wajib sekali untukku setiap harinya mendengarkan suaramu yang aku sukai tiga album sekaligus, album 11:11, Tempat Aku Pulang dan Konspirasi Alam Semesta bahkan lagu cover-an mu aku putar sebelum aku tidur. Banyak sekali lagu yang aku suka dari ketiga album tersebut, seperti garis terdepan, melangkah tanpamu, temaram, nadir, juara kedua, garis waktu, april, hidupkan baik-baik saja dan celengan rindu. Sebenarnya semua lagu karyamu aku menyukainya, dan itu adalah beberapa karyamu yang aku sukai.

Tetap mengagumkan dan tetap menjadi inspirasi jutaan manusia lainnya, ya, Bung.


07 Januari 2017

Salam sayang, Pengagum mu.

Minggu, 01 Januari 2017

Catatan Akhir Tahun 2016

Banyak hal baru aku dapat di tahun ini. Semuanya lengkap, Tuhan emang ga pernah ngasih kenikmatan itu setengah-setengah, Dia selalu ngasih kenikmatan itu dengan porsi yang penuh. Bersyukur adalah tugas utamaku sebagai hamba-Nya. Rasa syukur yang pertama adalah, awal tahun aku diberikan sakit dan terpaksa aku harus dirawat di RS karena penyakit lambungku yang mulai parah. Sebelumnya selama berminggu-minggu aku merasakan sakit yang amat luar biasa, aku sampai tidak bisa berdiri tegak dan berjalanpun rasanya sakit dibagian perut. Seringkali aku menyusahkan ibu, ibu membantuku berjalan ibu juga sering memasak sayur untuk aku makan dan menurutku itu cukup melelahkan baginya, belum lagi ibu harus bangun tengah malam jika aku berteriak karena merasakan sakit dibagian perutku. Ibu sungguh luar biasa hebat. Aku bersyukur diberikan ibu yang begitu perhatian. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan lahir batinnya. Aamiin. Rasa syukur yang kedua adalah tahun ini aku mendaftar ke perguruan tinggi negeri, karena memang tahun lalu pendidikanku tidak aku lanjutkan karena ada alasan tersendiri. Akhirnya tahun ini aku berniat untuk melanjutkan pendidikanku, aku mendaftar ke sebuah kampus di daerah Serang. Aku mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa baru, awalnya aku fikir ini akan terlihat sulit dan kemungkinan kecil akan lulus, tapi Tuhan berkehendak lain semua hal yang sebelumnya membuat aku down kini terbayarkan, aku bisa lulus melalui jalur UM-PTKIN dan bisa mengalahkan ribuan peserta lainnya, aku mengucapan rasa syukur karena Tuhan melihat usaha dan do’aku. Aku hampir tak menyangka karena dari awal banyak sekali rintangan saat aku mendaftar waktu itu. Ternyata semuanya terbayarkan, dan untuk mendapatkan itu semua tidak jauh dari usaha dan do’a tiap selesai beribadah, aku bisa masuk perguruan tinggi negeri dan masuk ke jurusan yang aku sukai, yaitu Pendidikan Bahasa Inggris. Ahh rasanya lega setidaknya kini sejalan dengan apa yang aku cita-citakan sejak aku kecil. Aku ingin menjadi seorang guru. Dibalik ini semua juga ada peran seorang ibu, ibu juga membantuku melewati proses dan tahap-tahap pendaftaran, memang terdengar manja karena anak seusiaku masih diantar ibu saat mendaftar kuliah, aku memang melarang ibu agar tetap diam dan cukup mendoaakanku saja, tetapi beliau sendiri yang memintaku. Sebenarnya jika aku ceritakan lebih jauh tentang ibu, itu akan menjadi episode yang terpanjang dan mungkin bisa mengalahkan sinetron Tukang Bubur Naik Haji, sebab banyak hal yang aku lakukan dengan ibu, walaupun aku kadang sering acuh dan ingin sekali menghapus sifat burukku yang satu itu. Singkatnya mungkin itu rasa syukur aku di tahun ini yang tidak akan aku lupakan di tahun kedepan.

Tahun ini menjadi tahun patah hati terhebatku juga, di blog sebelumnya aku pernah menceritakan laki-laki itu. Aku fikir itu akan memakan waktu lama, aku akan tetap hidup dengan perasaan sakit hatiku saat itu tapi ternyata tidak, jauh dari yang aku fikirkan bahkan terbayang untuk lepaspun rasanya sulit, tapi Tuhan dengan mudah membalikkan perasaanku, aku yakin semua sudah diatur oleh-Nya. Tidak berapa lama perasaan baru muncul, entah aku sampai tidak bisa meliburkan hatiku untuk mencintai laki-laki, padahal aku termasuk perempuan yang susah jatuh cinta. Dia, yaa dia yang bisa membuat aku kembali jatuh cinta, jika pada blog sebelumnya aku tidak menceritakan dia mungkin sekarang atau nanti.. ahh aku bingung aku harus memulainya darimana, dia masih belum jelas, aku yang terlalu berlebihan aku tak bisa mengontrol hatiku. Aku juga masih belum yakin ini jatuh cinta atau sekedar suka biasa, tapi jika dihitung waktu ini sudah cukup lama. Semoga saja tahun depan aku menemukan jawabannya, semoga bukan hanya itu, aku berharap di tahun 2017 nanti aku dijauhkan dari seseorang yang datang lalu pergi, dijauhkan dari seseorang yang hanya memberi harapan tanpa kepastian, dijauhkan dari seseorang yang hanya mendekatiku saat mereka butuh dan dijauhkan seseorang yang berpura-pura baik padahal sebenarnya buruk. Tuhan tidak akan pernah tidur, tidak akan pernah! Aku selalu percaya semua yang Tuhan sudah berikan ini yang terbaik untukku, dan nanti ada hal lain yang akan aku dapatkan entah itu bahagia, kecewa, sedih, atau duka. Entah, kita tidak akan pernah tau. Semoga Tuhan selalu memberikanku kesehatan agar aku bisa selalu mengerjakan tugas-Nya dengan maksimal.

Terimakasih untuk tahun ini, untuk keluarga yang selalu support aku dengan do’a-do’anya, untuk sahabat yang selalu ada saat aku diposisi terendah sekalipun dan untuk yang pernah datang tanpa diundang lalu pergi tanpa pamit terimakasih banyak, tahun ini akan menjadi sebuah pelajaran berharga untuk tahun yang akan datang.
Selamat Tahun Baru 2017!! J



31st of December