Minggu, 01 Januari 2017

Catatan Akhir Tahun 2016

Banyak hal baru aku dapat di tahun ini. Semuanya lengkap, Tuhan emang ga pernah ngasih kenikmatan itu setengah-setengah, Dia selalu ngasih kenikmatan itu dengan porsi yang penuh. Bersyukur adalah tugas utamaku sebagai hamba-Nya. Rasa syukur yang pertama adalah, awal tahun aku diberikan sakit dan terpaksa aku harus dirawat di RS karena penyakit lambungku yang mulai parah. Sebelumnya selama berminggu-minggu aku merasakan sakit yang amat luar biasa, aku sampai tidak bisa berdiri tegak dan berjalanpun rasanya sakit dibagian perut. Seringkali aku menyusahkan ibu, ibu membantuku berjalan ibu juga sering memasak sayur untuk aku makan dan menurutku itu cukup melelahkan baginya, belum lagi ibu harus bangun tengah malam jika aku berteriak karena merasakan sakit dibagian perutku. Ibu sungguh luar biasa hebat. Aku bersyukur diberikan ibu yang begitu perhatian. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan lahir batinnya. Aamiin. Rasa syukur yang kedua adalah tahun ini aku mendaftar ke perguruan tinggi negeri, karena memang tahun lalu pendidikanku tidak aku lanjutkan karena ada alasan tersendiri. Akhirnya tahun ini aku berniat untuk melanjutkan pendidikanku, aku mendaftar ke sebuah kampus di daerah Serang. Aku mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa baru, awalnya aku fikir ini akan terlihat sulit dan kemungkinan kecil akan lulus, tapi Tuhan berkehendak lain semua hal yang sebelumnya membuat aku down kini terbayarkan, aku bisa lulus melalui jalur UM-PTKIN dan bisa mengalahkan ribuan peserta lainnya, aku mengucapan rasa syukur karena Tuhan melihat usaha dan do’aku. Aku hampir tak menyangka karena dari awal banyak sekali rintangan saat aku mendaftar waktu itu. Ternyata semuanya terbayarkan, dan untuk mendapatkan itu semua tidak jauh dari usaha dan do’a tiap selesai beribadah, aku bisa masuk perguruan tinggi negeri dan masuk ke jurusan yang aku sukai, yaitu Pendidikan Bahasa Inggris. Ahh rasanya lega setidaknya kini sejalan dengan apa yang aku cita-citakan sejak aku kecil. Aku ingin menjadi seorang guru. Dibalik ini semua juga ada peran seorang ibu, ibu juga membantuku melewati proses dan tahap-tahap pendaftaran, memang terdengar manja karena anak seusiaku masih diantar ibu saat mendaftar kuliah, aku memang melarang ibu agar tetap diam dan cukup mendoaakanku saja, tetapi beliau sendiri yang memintaku. Sebenarnya jika aku ceritakan lebih jauh tentang ibu, itu akan menjadi episode yang terpanjang dan mungkin bisa mengalahkan sinetron Tukang Bubur Naik Haji, sebab banyak hal yang aku lakukan dengan ibu, walaupun aku kadang sering acuh dan ingin sekali menghapus sifat burukku yang satu itu. Singkatnya mungkin itu rasa syukur aku di tahun ini yang tidak akan aku lupakan di tahun kedepan.

Tahun ini menjadi tahun patah hati terhebatku juga, di blog sebelumnya aku pernah menceritakan laki-laki itu. Aku fikir itu akan memakan waktu lama, aku akan tetap hidup dengan perasaan sakit hatiku saat itu tapi ternyata tidak, jauh dari yang aku fikirkan bahkan terbayang untuk lepaspun rasanya sulit, tapi Tuhan dengan mudah membalikkan perasaanku, aku yakin semua sudah diatur oleh-Nya. Tidak berapa lama perasaan baru muncul, entah aku sampai tidak bisa meliburkan hatiku untuk mencintai laki-laki, padahal aku termasuk perempuan yang susah jatuh cinta. Dia, yaa dia yang bisa membuat aku kembali jatuh cinta, jika pada blog sebelumnya aku tidak menceritakan dia mungkin sekarang atau nanti.. ahh aku bingung aku harus memulainya darimana, dia masih belum jelas, aku yang terlalu berlebihan aku tak bisa mengontrol hatiku. Aku juga masih belum yakin ini jatuh cinta atau sekedar suka biasa, tapi jika dihitung waktu ini sudah cukup lama. Semoga saja tahun depan aku menemukan jawabannya, semoga bukan hanya itu, aku berharap di tahun 2017 nanti aku dijauhkan dari seseorang yang datang lalu pergi, dijauhkan dari seseorang yang hanya memberi harapan tanpa kepastian, dijauhkan dari seseorang yang hanya mendekatiku saat mereka butuh dan dijauhkan seseorang yang berpura-pura baik padahal sebenarnya buruk. Tuhan tidak akan pernah tidur, tidak akan pernah! Aku selalu percaya semua yang Tuhan sudah berikan ini yang terbaik untukku, dan nanti ada hal lain yang akan aku dapatkan entah itu bahagia, kecewa, sedih, atau duka. Entah, kita tidak akan pernah tau. Semoga Tuhan selalu memberikanku kesehatan agar aku bisa selalu mengerjakan tugas-Nya dengan maksimal.

Terimakasih untuk tahun ini, untuk keluarga yang selalu support aku dengan do’a-do’anya, untuk sahabat yang selalu ada saat aku diposisi terendah sekalipun dan untuk yang pernah datang tanpa diundang lalu pergi tanpa pamit terimakasih banyak, tahun ini akan menjadi sebuah pelajaran berharga untuk tahun yang akan datang.
Selamat Tahun Baru 2017!! J



31st of December

0 comments:

Posting Komentar