Sabtu, 25 Agustus 2018

me to myself


Setelah melewati beberapa fase menjadi dewasa, sekarang gue tau jadi dewasa itu beneran nggak gampang. Lo harus siap dengan kenyataan yang ada, lo dituntut harus bisa menyikapi dan beradaptasi dengan permasalahan yang lo alami. Kalau nggak, lo akan dianggap anak kecil karena gabisa nyikapin itu semua dengan baik. To be honest, gue sendiri belum ngerasa dewasa, pemikirian gue masih kaya anak kecil, ego masih susah buat diatur, gampang marah dan yang lainnya. Gue masih perlu banyak belajar, dalam segi apapun. As we know that dewasa itu nggak harus tentang usia, dewasa itu tentang sikap dan perilaku. Dan sampai saat ini gue sendiri ngerasa belum bisa nyikapin  permasalahan yang ada, gue terlalu fokus sama sesuatu yang jadi penyebab masalah itu muncul tanpa nyari solusinya. Pernah nyoba buat nyikapin masalah itu dengan fikiran terbuka dan dengan sikap yang dewasa tapi sepertinya ego itu muncul dan selalu ingin menang. Belum lagi permasalahan asmara yang nggak pernah ada habisnya. Selalu gagal dalam menjalani hubungan, dan selama ini juga gue udah nemuin banyak macam-macam karakter dari pasangan-pasangan gue sebelumnya. Sometimes gue mikir, apa gue nggak usah nikah aja, ya? Atau nikah nanti aja nunggu orang yang mau sama gue, nanti juga ada, tunggu aja. Tapi kenyataannya semua nggak akan berjalan mulus sesuai ekspetasi. Even ketika jodoh ditangan Tuhan pun, lo sebagai manusia juga harus berikhtiar buat nemuin jodoh lo. Perbaiki kualitas diri, eventhough lo menjalani hubungan itu and you have to feel broken heart. Menurut gue itu adalah cara Tuhan nunjukin karakter pasangan lo, karena kalo nggak gitu lo nggak akan tau mana yang terbaik buat lo. Ya, gue tau nggak ada yang sempurna, bahkan dituntut untuk sempurna pun nggak akan bisa, semua orang punya nilai kurangnya masing-masing, dan balik lagi ke soal pendewasaan. Kalau dulu niat lo pacaran cuma buat main-main dan jadiin pasangan lo temen chattingan doang, sepertinya sekarang harus buang niatan itu. Sekarang lo udah masuk fase yang serius, sekarang harus bisa mikirin nanti gimana? Bukan gimana nanti.

Ngomongin soal kedewasaan, banyak hal yang bisa gue petik dari ini semua. Dan beberapa diantaranya ada yang bisa gue terima tapi nggak sedikit juga yang gue tolak. Mungkin tahap kedewasaan gue belum high level, gue masih harus banyak belajar dan bersabar, apalagi soal asmara. Jangan terlalu percaya sama pasangan, karena manusia paling susah buat pegang omongannya. Jangan terlalu cinta juga, nanti susah buat lupa. Ikutin aja alur yang ada, nikmatin kegalauan yang lo rasain sekarang, dan mencoba  untuk positive thinking. Jangan bikin kegalauan lo ngerusak masa depan lo. Kenapa gue harus se-percaya diri itu? Because I believe that everything will be fine in time.

0 comments:

Posting Komentar