Setelah melewati beberapa fase menjadi
dewasa, sekarang gue tau jadi dewasa itu beneran nggak gampang. Lo harus siap
dengan kenyataan yang ada, lo dituntut harus bisa menyikapi dan beradaptasi
dengan permasalahan yang lo alami. Kalau nggak, lo akan dianggap anak kecil
karena gabisa nyikapin itu semua dengan baik. To be honest, gue sendiri belum
ngerasa dewasa, pemikirian gue masih kaya anak kecil, ego masih susah buat
diatur, gampang marah dan yang lainnya. Gue masih perlu banyak belajar, dalam
segi apapun. As we know that dewasa itu nggak harus tentang usia, dewasa itu
tentang sikap dan perilaku. Dan sampai saat ini gue sendiri ngerasa belum bisa
nyikapin permasalahan yang ada, gue
terlalu fokus sama sesuatu yang jadi penyebab masalah itu muncul tanpa nyari
solusinya. Pernah nyoba buat nyikapin masalah itu dengan fikiran terbuka dan dengan
sikap yang dewasa tapi sepertinya ego itu muncul dan selalu ingin menang. Belum
lagi permasalahan asmara yang nggak pernah ada habisnya. Selalu gagal dalam
menjalani hubungan, dan selama ini juga gue udah nemuin banyak macam-macam karakter
dari pasangan-pasangan gue sebelumnya. Sometimes gue mikir, apa gue nggak usah
nikah aja, ya? Atau nikah nanti aja nunggu orang yang mau sama gue, nanti juga
ada, tunggu aja. Tapi kenyataannya semua nggak akan berjalan mulus sesuai
ekspetasi. Even ketika jodoh ditangan Tuhan pun, lo sebagai manusia juga harus
berikhtiar buat nemuin jodoh lo. Perbaiki kualitas diri, eventhough lo
menjalani hubungan itu and you have to feel broken heart. Menurut gue itu adalah
cara Tuhan nunjukin karakter pasangan lo, karena kalo nggak gitu lo nggak akan
tau mana yang terbaik buat lo. Ya, gue tau nggak ada yang sempurna, bahkan
dituntut untuk sempurna pun nggak akan bisa, semua orang punya nilai kurangnya
masing-masing, dan balik lagi ke soal pendewasaan. Kalau dulu niat lo pacaran cuma
buat main-main dan jadiin pasangan lo temen chattingan doang, sepertinya
sekarang harus buang niatan itu. Sekarang lo udah masuk fase yang serius,
sekarang harus bisa mikirin nanti gimana? Bukan gimana nanti.
Ngomongin soal kedewasaan, banyak
hal yang bisa gue petik dari ini semua. Dan beberapa diantaranya ada yang bisa
gue terima tapi nggak sedikit juga yang gue tolak. Mungkin tahap kedewasaan gue
belum high level, gue masih harus banyak belajar dan bersabar, apalagi soal asmara. Jangan
terlalu percaya sama pasangan, karena manusia paling susah buat pegang
omongannya. Jangan terlalu cinta juga, nanti susah buat lupa. Ikutin aja alur
yang ada, nikmatin kegalauan yang lo rasain sekarang, dan mencoba untuk positive thinking. Jangan bikin kegalauan
lo ngerusak masa depan lo. Kenapa gue harus se-percaya diri itu? Because I believe
that everything will be fine in time.
0 comments:
Posting Komentar