Hari
Jum’at, pukul 07:06 WIB pagi hari. Kalian tau gue lagi ngapain? Gue lagi duduk
diatas kasur, masih pakai baju tidur, udah ngemil momogi sebungkus, dan
sampahnya masih ada disamping gue. Tenang aja gue udah cuci muka dari air wudu
kok, dan sikat gigi juga. Hari ini kuliah libur, nggak ada agenda jalan-jalan, nggak
ada buku yang bisa dibaca, nggak ada drama korea yang harus ditonton, karena
wifi di rumah belum dibayar, dan nggak ada orang yang harus gue telfon hanya
untuk bilang “udah salat subuh tadi?“ iya, nggak ada. Sekarang gue bingung mau
ngapain, makanya gue nulis. Dengan suasana yang sejuk karena pagi ini gerimis
jadi bikin mager, apalagi ditemani teh hangat dan cookies, dan ekspetasi kalian
tentang itu akan buyar ketika kalian tau realitanya nggak kaya gitu. Pagi ini
emang hujan, tapi nggak ada teh hangat dan cookies disamping gue.
Oke, cukup,
supaya waktu kalian nggak sia-sia karena baca tulisan nggak jelas ini, kita
masuk ke pembicaraan yang serius. Tapi nggak serius-serius amat. Jadi gini, akhir-akhir
ini gue ngerasa ada yang beda di diri gue sendiri, semacam ada yang berubah
tapi tidak ada yang berbeda. Paham nggak? Sama, gue juga nggak paham. Jangankan
oranglain buat memahami gue, gue aja kadang nggak ngerti sama diri gue sendiri.
Perubahan itu melangkah menuju arah yang lebih baik ‘kan? Tapi kenapa gue malah
ngerasa sebaliknya, gue yang dulu banyak omong sekarang lebih senang diem, yang
dulu senang kumpul dengan orang banyak sekarang malah lebih senang menyendiri.
Ada yang salah pada diri gue? gue nggak tau, gue bener-bener bingung, kalau
dibandingkan hidup gue yang dulu dengan yang sekarang rasanya berubah 360
derajat! Ada seseorang pernah bilang, “ketika dewasa, kita akan menemukan diri
kita yang sebenarnya,” setelah gue pikir lagi, jadi selama ini jati diri gue
kaya gini? Diem dan suka menyendiri? Ah nggak, tuh. Gue masih suka kelayaban
main sama teman, sampai kadang males pulang. Gue juga masih suka banyak omong
ketika didepan orang. Gue masih sama seperti dulu, kok. Setelah gue nonton di
YouTube tentang sifat manusia, dan
ternyata sifat manusia itu ada dua, introvert dan ekstrovert. Dulu, gue
sama sekali nggak tau arti dari dua kata itu apa, sampai akhirnya gue coba
menyelami keduanya, mulai kepo segala hal tentang kedua sifat ini. Gue nggak
bisa nyimpulin gue berada di sifat yang mana, karena setelah gue baca tentang
kedua sifat ini, keduanya ada juga di diri gue. Itulah kenapa gue nggak pernah
konsisten. Apakah gue punya kepribadian ganda? Ah sepertinya itu mustahil. Gue
yang dulunya aktif diberbagai bidang di sekolah, dari mulai SD, semua acara gue
ikutin, sering ngomong didepan orang banyak, dan sama sekali nggak ngerasa
takut atau malu, masuk ke SMP, gue ikut semua kegiatan ekstrakulikuler di
sekolah, bahkan gue sempat jadi wakil ketua osis dan ketua pemimpin putri di
pramuka, dan lagi-lagi gue berani kalau disuruh ngomong di depan umum, nggak
ada rasa takut sama sekali, malah gue ngerasa energi gue bertambah ketika
melakukan hal tersebut. Belum lagi beberapa perlombaan pidato yang sering
banget gue ikutin, olimpiade sains pas SMP, debat juga, tapi kenapa sekarang
malah jadi “ciut”? yang keluarga gue tau, gue anak yang aktif di sekolah, peringkat
nggak pernah lebih dari 3, setelah masuk kuliah semua berubah, seperti ada
sesuatu yang masuk ke diri gue dan mengendalikan otak dan pikiran gue. Entah
itu apa, yang jelas gue benci ini. Gue nggak mau dicap jadi orang bodoh, tapi
gue nggak mau belajar, gue juga nggak mau dicap jadi orang pasif tapi gue nggak
mau berbicara. Aneh. Jawaban dari orang lain yang sering bilang ke gue ketika
gue curhat masalah ini adalah, “mungkin karena lo nggak pernah mau belajar,” ga
pernah belajar? terus tiap malem gue selalu baringan dilantai buat baca buku
atau pelajari materi sebelumnya itu namanya apa? Dan beresein tiap resume atau
kerjain ppt sendirian apa namanya? Dari kecil gue selalu dipaksa untuk belajar,
orangtua selalu nuntut supaya gue selau ranking 1, dan minimal 3 besar, dan
semua kemauan itu gue pertahankan sampai SMP. Ketika memasuki masa SMA gue
mulai kurang mikirin tentang ranking, yang penting gue paham sama materinya. Bukan
nggak ngikutin kemauan orangtua, gue cuman mau ngasih kesempatan supaya oranglain
juga bisa merasakan berada diatas, dan dihargai karena nilai lo bagus-bagus,
karena di Negara kita, siapapun yang ranking 1 itu tandanya dia pintar, tapi mereka
nggak tau proses apa yang dia lakukan sampai dia dapat peringkat 1. Tapi “jeda”
gue kelamaan, gue terlalu santai sampai akhirnya tertinggal jauh dari orang-orang
yang gue kasih kesempatan itu. Akhirnya gue nggak bisa mempertahankan peringkat
3 besar gue sampai lulus SMA. Meskipun lo udah abis-abisan belajar tapi lo
nggak bisa dapat ranking 1 dikelas, itu tandanya lo masih dianggap belum
pintar, karena mayoritas manusia menganggap ranking adalah hal yang paling
istimewa. Hanya beberapa yang paham maksud dari tulisan ini. Tapi sebenarnya
gue sendiri takut setelah gue baca ini orang akan bersikap beda ke gue, atau
malah ada yang kontra karena mereka ngerasa gue berbeda dari apa yang gue
tulis. Sejauh ini gue masih belum tau jenis sifat gue ini apa. Tapi, gue punya
1 faktor yang jadi kunci utama jawaban ini, dan jawaban itu bersifat pribadi,
gue masih belum tau pasti benar apa nggak. Faktor lainnya, mungkin salah
satunya adalah faktor lingkungan. Mungkin faktor lingkungan gue dulu yang bikin
gue nyaman, akhirnya bikin gue jadi easy
going dan confident. Tapi bukan
berarti lingkungan gue yang sekarang buruk, nggak gitu. Perbedaan itu gue
rasakan ketika gue masuk kuliah. Sekarang diem sedikit aja udah dikira marah,
atau nggak mau ikut bareng-bareng aja dikira nggak solid. Dulu, mana ada yang
kaya gitu, semua adem adem aja. Gue tipe orang yang mikirin sesuatu itu sampe
kebawa mimpi, ada orang yang kesel sama gue, gue pikirin sampe gimana caranya
orang itu biar nggak marah. Kesalahpahaman itu bikin gue pusing, bukan otak
yang main, hati juga. Gue selalu nyimpulin apapun itu pake hati, makanya jadi
sering baper.
Sejauh ini
obrolan serius gue, rumit dan nggak nyambung, dan gue sendiri nggak ngerti apa
yang baru gue ketik tadi. Cuman ngeluarin unek-unek aja, soalnya nggak ada
lawan bicara, cuman ada bantal sama boneka. Yaudah gue mau lanjut tidur dulu,
mumpung free day dan cuaca sangat
mendukung buat tidur.
Dah, sampai
juga di blog gue selanjutnya! :)