Aku ingin bercerita tentang kekagumanku pada seorang seniman
asal Bandung yang menginspirasi jutaan manusia bahkan diseluruh Indonesia atas
hasil karyanya. Berambut gondrong, badan kurus, seorang pribadi sederhana, apa
adanya, rendah hati, kaya ilmu pengetahuan dan wawasan. Murah hati, murah
senyuman, ramah tamah dan menurutku itu sempurna. “Bung” adalah panggilan akrab
untuknya. Dia adalah –Fiersa Besari–
Dear Bung Fiersa…
Semua tentangmu aku menyukainya bahkan aku jatuh hati.
Seperti apa katamu yang selalu mengucap “Mengagumkan”. Ya, kau memang selalu
mengagumkan. Apalagi saat melihat kau tersenyum lebar dan gingsulmu terlihat,
you look so handsome, Bung. Y
Aku tahu, banyak sekali mereka yang jatuh hati juga padamu,
banyak sekali. But I don’t care, I fell in love all of you, Bung. Aku mungkin
hanya pengagummu dengan urutan kesekian juta tapi aku bahagia. Mungkin saja ada
seseorang yang tidak menyukaimu dan dia membenci semua karya-karyamu, tapi
tenang saja aku dan beberapa bahkan semua yang jadi penggemarmu akan selalu
berada digaris terdepan untuk ada dengamu dan memihak padamu. Dulu aku memang
tahu nama Fiersa Besari tapi hanya sepintas. Sampai waktu itu aku merasakan hal
yang sama sepertimu, merasakan sakitnya patah hati, aku terus mencari cara agar
aku tidak terus larut dalam kesedihan akhirnya aku menemukan tulisanmu
diinternet, tulisan yang sama percis dengan yang aku alami, dan mungkin saja
masih ada oranglain yang jalan ceritanya sama sepertimu dan salah satunya aku,
aku mencari tahu tentangmu, mencari akun jejaring sosialmu seperti twitter,
instagram dan facebook. Aku mulai jatuh cinta saat aku mendengarkan lagu Bung
Fiersa yang berjudul “Waktu yang salah ft. Thantri”, itu lagu pertama yang aku
dengar dan aku putar berulang-ulang, sampai waktu itu aku terus mencari tahu
sosok Bung Fiersa ternyata kau adalah seorang musisi, karena yang aku tahu
Fiersa Besari adalah seorang penulis dengan kalimat puitisnya tapi ternyata
Bung juga seorang musisi hebat, aku makin jatuh cinta padamu, Bung.
Belum lagi saat membaca beberapa tulisan yang kau ditulis
diblogspot milikmu, cerita kita hampir sama, kau pernah merasakan sakit ketika
orangtua bercerai dan sakit ketika diselingkuhi pasangan yang sudah lama
menjalin hubungan, aku mengerti apa yang kau rasakan Bung, aku merasakan itu
semua. Sakit namun tak berdarah. Tapi karena berkat Bung Fiersa aku tahu
caranya tegar meski hati sudah tak lagi utuh seperti dulu. Kau inspirasiku,
Bung. Kau pria luar biasa. Maaf aku terlalu berlebihan untuk menjadikanmu
sebagai idolaku, bukankah jatuh cinta memang harus seperti ini? Jika aku salah,
mungkin ini caraku mengekspresikan kekagumanku padamu, Bung.
Kau tahu, seorang Fiersa Besari itu semacam penyemangat
untukku, kau selalu memberikan motivasi lewat semua tulisan dan lagu-lagumu.
Wajib sekali untukku setiap harinya mendengarkan suaramu yang aku sukai tiga
album sekaligus, album 11:11, Tempat Aku Pulang dan Konspirasi Alam Semesta
bahkan lagu cover-an mu aku putar sebelum aku tidur. Banyak sekali lagu yang
aku suka dari ketiga album tersebut, seperti garis terdepan, melangkah tanpamu,
temaram, nadir, juara kedua, garis waktu, april, hidupkan baik-baik saja dan
celengan rindu. Sebenarnya semua lagu karyamu aku menyukainya, dan itu adalah
beberapa karyamu yang aku sukai.
Tetap mengagumkan dan tetap menjadi inspirasi jutaan manusia
lainnya, ya, Bung.
07 Januari 2017
Salam sayang, Pengagum mu.
0 comments:
Posting Komentar