Selasa, 28 Agustus 2018

body-shaming: what is it & why do we do it?



Pernah nggak lo berfikir tentang penampilan? Gue yakin semua orang memprioritaskan penampilan sebagai sesuatu yang menjadikan dirinya lebih menarik, terutama bagi perempuan. Kenapa? Karena untuk bercermin aja mereka butuh waktu lama, tujuannya, ya, untuk membuat dirinya lebih indah dipandang. Sering gue liat kejadian bahkan pernah gue rasain juga ada orang yang bilang “pantes aja makannya banyak, liat aja badannya segede itu,” mungkin tujuannya cuma buat becandaan, tapi lo tau? Kadang apa yang lo becandain itu bikin mereka kesinggung. Bukannya berlebihan, tapi ini soal menghargai manusia.

Di tulisan gue kali ini gue mau bahas body shaming, yang mungkin sebagian dari kalian tau arti dari body shaming itu apa. Ya, body shaming in Indonesia it is mean mempermalukan tubuh atau tindakan mencela fisik seseorang. Body shaming itu sama sekali gak keren. Tidak peduli bercanda atau serius isn’t good absolutely. Komen fisik biar terkesan lebih akrab hmmm mending ke laut aja u. Ada banyak cara untuk bisa akrab tanpa harus komen fisik. Gue baca beberapa artikel tentang masalah ini dan tiba-tiba aja gue jadi pengin beropini tentang masalah ini, karena menurut gue ini menarik untuk dibahas, selain untuk mencurahkan kekesalan gue juga karena menjadi salah satu korban body shaming.

Zaman sekarang banyak banget tutorial make-up ala-ala youtubers, aplikasi untuk diet, dan sebagainya. Gue fikir itu semua bertujuan untuk membantu kita merawat wajah dan tubuh, dan beberapa orang pasti ada yang serius ngikutin tutorial itu, meskipun ada banyak usaha mereka yang tidak membuahkan hasil, dan akhirnya berhenti buat lakuin itu. Tapi bukan berarti mereka nggak peduli sama tubuh mereka. Sebagai contoh, saat lo dan teman-teman SMP atau SMA bikin acara reunian dan otomatis lo ketemu mereka semua tapi tiba-tiba temen-temen lo malah bilang, “Lo gendut banget sih, kayak emak2/om2 tau” “Lo kurus banget sih, ngga dikasih makan ya” “Lo orang apa menara sutet sih tinggi banget nutupin pemandangan aja” “Lo pendek banget kek minion” “Lo pesek gitu gak susah nafas ya” “Lo mancung ih boros oksigen banget….” Dan lain sebagainya. Teruntuk makhluk-makhluk yang pernah ngomong begitu please go to the hell!! Guys… ada sapaan lain yang lebih baik dari itu, apa salahnya kalo bilang, “hey, apa kabar?,” “udah lama nggak ketemu, lo sibuk apa sekarang?” dan sebagainya. Kejadian itu pernah gue alamin. Jujur, gue sendiri ngerasa risih sama ucapan itu, maksudnya becanda tapi kesannya meledek.

Tidakkah kalian tahu bahwa body shaming itu berbahaya? Body shaming yang berlebihan bisa menjadi tindakan bullying. Coba lo bayangin orang yang dikomenin fisiknya, ternyata dia jadi terbeban sama kata-kata itu, dan sedang berusaha untuk merubah fisik yang membuat dia shame.

Misal karena dikatain gendut dia rela mati-matian buat diet cuma minum air putih demi memenuhi standar kurus yang ditetapkan di lingkungannya, akibatnya? Dia dehidrasi, bisa pingsan, bisa sakit lambung juga, terus harus opname di rumah sakit, ternyata nggak ada biaya, adanya cuma uang buat bayar kuliah akhirnya tuh uang dibuat bayar rumah sakit, akhirnya dia gak bisa bayar uang kuliah, dan dia harus berhenti dari kuliahnya hanya karena komenan fisik dari teman-teman lucknut. Hiii ngeri kan?

Tidak peduli bagaimana ini bermanifestasi, sering mengarah pada perbandingan dan rasa malu, dan gagasan bahwa orang harus dinilai terutama karena fitur fisik mereka. Sebenernya kalau kita mau positive thinking makhluk-makhluk yang suka komen fisik atau body shaming kayak tadi mungkin mereka gak sadar sudah melakukan hal itu, mereka hanya spontan mengomentari sesuatu yang sedang mereka lihat. Pernah tau gak orang yang dulunya pernah mengalami body shaming akhirnya dia berusaha mati-matian untuk merubah kekurangan dia dan dia berhasil.

“Berarti body shaming bagus dong, bisa memotivasi seseorang untuk berpenampilan lebih baik”.

Lebih baik menurut siapa dulu? Ya sayangnya standar “lebih baik” manusia itu berbeda-beda. Tapi, bagaimanapun juga body shaming tetaplah sesuatu yang tidak baik, pembenaran apapun tidak akan bisa membenarkannya. Manusia itu diberi akal dibanding makhluk lainnya, ya tujuannya itu tadi biar kalau mau ngomong sesuatu bisa dipikir dulu tanpa melukai orang lain. Manusia juga diciptakan dengan tubuh yang sempurna, lebih sempurna dari makhluk hidup lainnya, kalau dia item dan gemuk bisa aja itu turunan dari orangtuanya, mungkin aja kalian nggak tau mereka pernah nyoba usaha buat terlihat menarik di depan orang lain.

Buat kalian yang pernah menerima komen fisik, pelecehan fisik, dsb. berhenti mengasihani dirimu karena dirimu tidak seperti yang mereka harapkan. Every God’s creature is unique. Kamu unik, kamu ada dan diciptakan dengan tujuan hebat sesuai porsi masing-masing dalam hidupmu, berdamailah dengan fisikmu, syukuri itu dan sayangi tubuhmu minum yakult tiap hari, eh nggak deng nggak sayangi tubuhmu dengan cara merawatnya dan mengabaikan mulut-mulut tidak bertanggung jawab yang komen fisik gak sampai 1 menit tapi dampaknya bikin kamu galau seminggu bahkan berbulan-bulan.


Bye~

Sabtu, 25 Agustus 2018

me to myself


Setelah melewati beberapa fase menjadi dewasa, sekarang gue tau jadi dewasa itu beneran nggak gampang. Lo harus siap dengan kenyataan yang ada, lo dituntut harus bisa menyikapi dan beradaptasi dengan permasalahan yang lo alami. Kalau nggak, lo akan dianggap anak kecil karena gabisa nyikapin itu semua dengan baik. To be honest, gue sendiri belum ngerasa dewasa, pemikirian gue masih kaya anak kecil, ego masih susah buat diatur, gampang marah dan yang lainnya. Gue masih perlu banyak belajar, dalam segi apapun. As we know that dewasa itu nggak harus tentang usia, dewasa itu tentang sikap dan perilaku. Dan sampai saat ini gue sendiri ngerasa belum bisa nyikapin  permasalahan yang ada, gue terlalu fokus sama sesuatu yang jadi penyebab masalah itu muncul tanpa nyari solusinya. Pernah nyoba buat nyikapin masalah itu dengan fikiran terbuka dan dengan sikap yang dewasa tapi sepertinya ego itu muncul dan selalu ingin menang. Belum lagi permasalahan asmara yang nggak pernah ada habisnya. Selalu gagal dalam menjalani hubungan, dan selama ini juga gue udah nemuin banyak macam-macam karakter dari pasangan-pasangan gue sebelumnya. Sometimes gue mikir, apa gue nggak usah nikah aja, ya? Atau nikah nanti aja nunggu orang yang mau sama gue, nanti juga ada, tunggu aja. Tapi kenyataannya semua nggak akan berjalan mulus sesuai ekspetasi. Even ketika jodoh ditangan Tuhan pun, lo sebagai manusia juga harus berikhtiar buat nemuin jodoh lo. Perbaiki kualitas diri, eventhough lo menjalani hubungan itu and you have to feel broken heart. Menurut gue itu adalah cara Tuhan nunjukin karakter pasangan lo, karena kalo nggak gitu lo nggak akan tau mana yang terbaik buat lo. Ya, gue tau nggak ada yang sempurna, bahkan dituntut untuk sempurna pun nggak akan bisa, semua orang punya nilai kurangnya masing-masing, dan balik lagi ke soal pendewasaan. Kalau dulu niat lo pacaran cuma buat main-main dan jadiin pasangan lo temen chattingan doang, sepertinya sekarang harus buang niatan itu. Sekarang lo udah masuk fase yang serius, sekarang harus bisa mikirin nanti gimana? Bukan gimana nanti.

Ngomongin soal kedewasaan, banyak hal yang bisa gue petik dari ini semua. Dan beberapa diantaranya ada yang bisa gue terima tapi nggak sedikit juga yang gue tolak. Mungkin tahap kedewasaan gue belum high level, gue masih harus banyak belajar dan bersabar, apalagi soal asmara. Jangan terlalu percaya sama pasangan, karena manusia paling susah buat pegang omongannya. Jangan terlalu cinta juga, nanti susah buat lupa. Ikutin aja alur yang ada, nikmatin kegalauan yang lo rasain sekarang, dan mencoba  untuk positive thinking. Jangan bikin kegalauan lo ngerusak masa depan lo. Kenapa gue harus se-percaya diri itu? Because I believe that everything will be fine in time.