SEMPURNA?
Dalam rentang waktu menahun yang kita punya untuk
menjadi jauh, rindu sudah bukan lagi pertanyaan yang perlu jawaban.
Namun, jarak mungkin benar mencipta bias bagi kita. Mencipta persepsi
dan prejudis yang mungkin kita buat sendiri. Memproduksi molekul-molekul
cemburu yang dengan tiba-tiba mengoyak keyakinan. Tapi sungguh, dalam
ruang paling steril di palung hati, keyakinan itu masih utuh. Juga doa
dan harapan yang masih menggumpal dalam baris alfabet.
Kamu dan aku harusnya tak perlu takut. Bukankah hati kita sama-sama tahu ke mana langkah ingin berpijak?
Maka jika hanya karena aku tampak terlalu sempurna di matamu, itu
pastilah bias yang disebabkan oleh jarak. Dan kalaulah bukan bias, kamu
jelas lupa bahwa aku tidak akan pernah jadi sempurna tanpa kamu.
Sabtu, 11 Juni 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
saya bakalan nunggu post kamu selanjutnya... fight!!!
BalasHapus