Jumat, 09 November 2018

Random.


Hari Jum’at, pukul 07:06 WIB pagi hari. Kalian tau gue lagi ngapain? Gue lagi duduk diatas kasur, masih pakai baju tidur, udah ngemil momogi sebungkus, dan sampahnya masih ada disamping gue. Tenang aja gue udah cuci muka dari air wudu kok, dan sikat gigi juga. Hari ini kuliah libur, nggak ada agenda jalan-jalan, nggak ada buku yang bisa dibaca, nggak ada drama korea yang harus ditonton, karena wifi di rumah belum dibayar, dan nggak ada orang yang harus gue telfon hanya untuk bilang “udah salat subuh tadi?“ iya, nggak ada. Sekarang gue bingung mau ngapain, makanya gue nulis. Dengan suasana yang sejuk karena pagi ini gerimis jadi bikin mager, apalagi ditemani teh hangat dan cookies, dan ekspetasi kalian tentang itu akan buyar ketika kalian tau realitanya nggak kaya gitu. Pagi ini emang hujan, tapi nggak ada teh hangat dan cookies disamping gue.

Oke, cukup, supaya waktu kalian nggak sia-sia karena baca tulisan nggak jelas ini, kita masuk ke pembicaraan yang serius. Tapi nggak serius-serius amat. Jadi gini, akhir-akhir ini gue ngerasa ada yang beda di diri gue sendiri, semacam ada yang berubah tapi tidak ada yang berbeda. Paham nggak? Sama, gue juga nggak paham. Jangankan oranglain buat memahami gue, gue aja kadang nggak ngerti sama diri gue sendiri. Perubahan itu melangkah menuju arah yang lebih baik ‘kan? Tapi kenapa gue malah ngerasa sebaliknya, gue yang dulu banyak omong sekarang lebih senang diem, yang dulu senang kumpul dengan orang banyak sekarang malah lebih senang menyendiri. Ada yang salah pada diri gue? gue nggak tau, gue bener-bener bingung, kalau dibandingkan hidup gue yang dulu dengan yang sekarang rasanya berubah 360 derajat! Ada seseorang pernah bilang, “ketika dewasa, kita akan menemukan diri kita yang sebenarnya,” setelah gue pikir lagi, jadi selama ini jati diri gue kaya gini? Diem dan suka menyendiri? Ah nggak, tuh. Gue masih suka kelayaban main sama teman, sampai kadang males pulang. Gue juga masih suka banyak omong ketika didepan orang. Gue masih sama seperti dulu, kok. Setelah gue nonton di YouTube tentang sifat manusia, dan  ternyata sifat manusia itu ada dua, introvert dan ekstrovert. Dulu, gue sama sekali nggak tau arti dari dua kata itu apa, sampai akhirnya gue coba menyelami keduanya, mulai kepo segala hal tentang kedua sifat ini. Gue nggak bisa nyimpulin gue berada di sifat yang mana, karena setelah gue baca tentang kedua sifat ini, keduanya ada juga di diri gue. Itulah kenapa gue nggak pernah konsisten. Apakah gue punya kepribadian ganda? Ah sepertinya itu mustahil. Gue yang dulunya aktif diberbagai bidang di sekolah, dari mulai SD, semua acara gue ikutin, sering ngomong didepan orang banyak, dan sama sekali nggak ngerasa takut atau malu, masuk ke SMP, gue ikut semua kegiatan ekstrakulikuler di sekolah, bahkan gue sempat jadi wakil ketua osis dan ketua pemimpin putri di pramuka, dan lagi-lagi gue berani kalau disuruh ngomong di depan umum, nggak ada rasa takut sama sekali, malah gue ngerasa energi gue bertambah ketika melakukan hal tersebut. Belum lagi beberapa perlombaan pidato yang sering banget gue ikutin, olimpiade sains pas SMP, debat juga, tapi kenapa sekarang malah jadi “ciut”? yang keluarga gue tau, gue anak yang aktif di sekolah, peringkat nggak pernah lebih dari 3, setelah masuk kuliah semua berubah, seperti ada sesuatu yang masuk ke diri gue dan mengendalikan otak dan pikiran gue. Entah itu apa, yang jelas gue benci ini. Gue nggak mau dicap jadi orang bodoh, tapi gue nggak mau belajar, gue juga nggak mau dicap jadi orang pasif tapi gue nggak mau berbicara. Aneh. Jawaban dari orang lain yang sering bilang ke gue ketika gue curhat masalah ini adalah, “mungkin karena lo nggak pernah mau belajar,” ga pernah belajar? terus tiap malem gue selalu baringan dilantai buat baca buku atau pelajari materi sebelumnya itu namanya apa? Dan beresein tiap resume atau kerjain ppt sendirian apa namanya? Dari kecil gue selalu dipaksa untuk belajar, orangtua selalu nuntut supaya gue selau ranking 1, dan minimal 3 besar, dan semua kemauan itu gue pertahankan sampai SMP. Ketika memasuki masa SMA gue mulai kurang mikirin tentang ranking, yang penting gue paham sama materinya. Bukan nggak ngikutin kemauan orangtua, gue cuman mau ngasih kesempatan supaya oranglain juga bisa merasakan berada diatas, dan dihargai karena nilai lo bagus-bagus, karena di Negara kita, siapapun yang ranking 1 itu tandanya dia pintar, tapi mereka nggak tau proses apa yang dia lakukan sampai dia dapat peringkat 1. Tapi “jeda” gue kelamaan, gue terlalu santai sampai akhirnya tertinggal jauh dari orang-orang yang gue kasih kesempatan itu. Akhirnya gue nggak bisa mempertahankan peringkat 3 besar gue sampai lulus SMA. Meskipun lo udah abis-abisan belajar tapi lo nggak bisa dapat ranking 1 dikelas, itu tandanya lo masih dianggap belum pintar, karena mayoritas manusia menganggap ranking adalah hal yang paling istimewa. Hanya beberapa yang paham maksud dari tulisan ini. Tapi sebenarnya gue sendiri takut setelah gue baca ini orang akan bersikap beda ke gue, atau malah ada yang kontra karena mereka ngerasa gue berbeda dari apa yang gue tulis. Sejauh ini gue masih belum tau jenis sifat gue ini apa. Tapi, gue punya 1 faktor yang jadi kunci utama jawaban ini, dan jawaban itu bersifat pribadi, gue masih belum tau pasti benar apa nggak. Faktor lainnya, mungkin salah satunya adalah faktor lingkungan. Mungkin faktor lingkungan gue dulu yang bikin gue nyaman, akhirnya bikin gue jadi easy going dan confident. Tapi bukan berarti lingkungan gue yang sekarang buruk, nggak gitu. Perbedaan itu gue rasakan ketika gue masuk kuliah. Sekarang diem sedikit aja udah dikira marah, atau nggak mau ikut bareng-bareng aja dikira nggak solid. Dulu, mana ada yang kaya gitu, semua adem adem aja. Gue tipe orang yang mikirin sesuatu itu sampe kebawa mimpi, ada orang yang kesel sama gue, gue pikirin sampe gimana caranya orang itu biar nggak marah. Kesalahpahaman itu bikin gue pusing, bukan otak yang main, hati juga. Gue selalu nyimpulin apapun itu pake hati, makanya jadi sering baper.

Sejauh ini obrolan serius gue, rumit dan nggak nyambung, dan gue sendiri nggak ngerti apa yang baru gue ketik tadi. Cuman ngeluarin unek-unek aja, soalnya nggak ada lawan bicara, cuman ada bantal sama boneka. Yaudah gue mau lanjut tidur dulu, mumpung free day dan cuaca sangat mendukung buat tidur.

Dah, sampai juga di blog gue selanjutnya! :)

0 comments:

Posting Komentar